Perkuat Kolaborasi Strategis, Bupati Dorong Penyelarasan CSR dengan Prioritas Daerah

 

Pemerintah Kabupaten Bantul memperkokoh kemitraan dengan sektor swasta melalui penyelenggaraan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Tahun 2026. Acara yang digelar di Waroeng Omah Sawah, Kapanewon Sewon, pada Kamis (9/4/2026), ini bertujuan menyinergikan program dunia usaha dengan visi pembangungan daerah jangka panjang.

Kepala Bappeda Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan instrumen penting untuk menyelaraskan usulan program pembangunan dengan kontribusi dunia usaha. Ia menekankan bahwa sinergi ini dilandasi oleh kesadaran bahwa CSR memiliki potensi besar sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bantul.

"Kami berupaya memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan komitmen bersama agar program yang dijalankan lebih terukur dan tepat sasaran. Saat ini, kami juga tengah memproses revisi regulasi guna memberikan ruang lebih bagi program CSR dalam mendukung peningkatan pelayan publik," jelas Ari.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyambut baik langkah tersebut tersebut. Ia menegaskan bahwa peran BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta sangat krusial sebagai akselerator pembangunan di tengah keterbatasan sumber daya pemerintah daerah.

“Sinergi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan tentang menyatukan visi untuk mewujudkan Bantul yang lebih baik. Kami berharap program CSR perusahaan dapat benar-benar masuk ke sektor-sektor yang menjadi prioritas utama daerah,” tegas Halim.

Bupati menyoroti tiga pilar utama yang diharapkan menjadi fokus kolaborasi. Pertama, transformasi digital untuk mewujudkan Desa Cerdas dan penguatan ekonomi UMKM. Kedua, isu lingkungan, khususnya dukungan teknologi pengelolaan sampah demi menyukseskan program Bantul Bersih Sampah 2025. Ketiga, peningkatan kualitas SDM melalui sektor pendidikan dan percepatan penurunan angka stunting.

Bupati juga mendorong transparansi pelaporan melalui aplikasi digital agar kontribusi setiap perusahaan tercatat secara akurat dan tidak terjadi tumpang tindih program di lapangan. Ia berharap setiap inisiatif yang lahir dari forum ini tidak hanya bersifat bantuan sesaat, melainkan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Keberlanjutan program adalah kunci. Saya ingin manfaat dari kolaborasi ini dirasakan secara nyata dan dalam jangka panjang oleh masyarakat Bantul,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan dokumen perencanaan TSLP 2026-2030 sebagai wujud komitmen nyata antara Pemerintah Kabupaten Bantul dan dunia usaha untuk  beriringan dalam membangun daerah. (Ag)

Berbagi:

Pos Terbaru :