Talk Show Optimalisasi UMKM, Bazar, dan CKG di Embung Baturetno Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah Kabupaten Bantul mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Talk Show Optimalisasi UMKM, Bazar, dan Cek Kesehatan Gratis yang digelar di Embung Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta turut hadir dalam kegiatan tersebut. Wabup mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang memadukan edukasi, pemberdayaan UMKM, bazar produk lokal, dan layanan cek kesehatan gratis merupakan langkah positif yang perlu terus didukung.

"Pemerintah Kabupaten Bantul sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Optimalisasi UMKM, bazar, dan cek kesehatan gratis semuanya merupakan kegiatan yang sangat baik. Pemerintah Kabupaten Bantul dari dulu hingga sekarang selalu berkomitmen mendukung perkembangan UMKM," ujarnya.

Ia menjelaskan, Bantul selama ini dikenal dengan julukan Kabupaten Seribu UMKM. Seiring perkembangan yang pesat, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bantul saat ini telah mencapai sekitar 95.455 UMKM.

"Julukan Seribu UMKM bukan berarti jumlahnya hanya seribu, tetapi menjadi identitas bahwa Bantul merupakan kabupaten yang bertumpu pada kekuatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bantul juga menyadari bahwa perkembangan globalisasi, perdagangan melalui toko jejaring, hingga pemanfaatan media sosial telah membawa perubahan besar terhadap pola ekonomi masyarakat. Karena itu, pelaku UMKM didorong agar mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi sehingga tetap memiliki daya saing.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyinggung dinamika persaingan antara warung tradisional, toko modern, hingga menjamurnya toko kelontong yang berkembang di berbagai wilayah. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha terus mengalami perubahan dan pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan seluruh pelaku usaha.

"Pemerintah daerah terus memberikan perhatian kepada pasar tradisional dan warung rakyat, baik melalui dukungan permodalan maupun pembangunan pasar. Di sisi lain, dinamika persaingan usaha akan selalu ada. Yang penting adalah bagaimana UMKM mampu mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi agar tidak tertinggal," katanya.

Sementara itu, Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa, mengatakan kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, kader PKK hingga tenaga kesehatan.

"Kegiatan ini mengajak UMKM se-Kapanewon Banguntapan. Hari ini kami juga mengundang sekitar 50 peserta dari Forum UMKM Kapanewon Banguntapan untuk mengikuti talk show. Salah satunya kami juga melibatkan perwakilan Pokja Tim Penggerak PKK Kapanewon Banguntapan," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dikolaborasikan dengan layanan cek kesehatan gratis bersama Puskesmas Banguntapan I sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat yang lebih luas.

"Karena bersamaan dengan kegiatan Puskesmas Banguntapan I bersama dr. Raffi, kami mengkolaborasikan kegiatan ini dengan cek kesehatan gratis. Ini merupakan gerakan bersama, sehingga para kader kesehatan, kader UMKM, dan masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan sekaligus," ujarnya.

Menurut I Nyoman, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Embung Baturetno sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

"Sekaligus kami ingin memperkenalkan Embung Baturetno yang selama ini barangkali masih banyak masyarakat yang belum pernah berkunjung ke embung ini," katanya. (Fza)

Berbagi:

Pos Terbaru :