Koperasi sejak lama menjadi bagian penting dalam perjalanan perekonomian Indonesia. Gagasan yang diperkenalkan Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, ini lahir sebagai wujud demokrasi ekonomi. Lebih dari sekadar badan usaha, koperasi dibangun atas semangat gotong royong dan kekeluargaan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Pesan tersebut disampaikan dalam pidato Menteri Koperasi Republik Indonesia yang dibacakan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, saat Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Lapangan Trirenggo, Selasa (28/7).
Mengusung tema Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya, peringatan tahun ini mengajak insan koperasi untuk terus tumbuh lewat semangat kebersamaan, saling menguatkan, dan gotong royong. Dengan semangat itu, koperasi diharapkan semakin berperan dalam mendorong perekonomian masyarakat di tengah perubahan zaman.
“Semangat ini diwujudkan melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat,” ungkapnya.
Tidak hanya melalui pendirian 80.000 Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih, koperasi di berbagai sektor juga terus didukung agar semakin berkembang. Dari sisi kualitas, pemerintah juga berupaya mendorong penguatan digitalisasi dalam pengelolaan koperasi.
“Inilah wajah baru koperasi Indonesia. Koperasi yang menguasai teknologi, yang mengelola energi, yang membangun industri, dan menjadi penggerak inovasi,” harapnya.
Melalui koperasi yang sehat dan dikelola secara profesional, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan langsung oleh para anggotanya, termasuk pelaku usaha kecil di desa. Sebab, membangun desa yang berdaya akan lebih mudah dicapai ketika masyarakat bertumbuh bersama melalui koperasi, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Selain upacara, peringatan Hari Koperasi ke-79 di Kabupaten Bantul juga diramaikan dengan berbagai kegiatan, seperti sarasehan, donor darah, ziarah ke makam tokoh koperasi Bantul, hingga senam sehat massal yang akan digelar di Pantai Baru, Srandakan, pada 6 September 2026. (Hahn)




