Adrem, kudapan manis dengan bentuk yang unik, menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. Menjadi salah satu warisan budaya tak benda, adrem semakin dikenal masyarakat sebagai oleh-oleh khas Bantul, khususnya Kapanewon Sanden.
Sejalan dengan adrem, lemper juga menjadi salah satu warisan budaya tak benda. Kudapan gurih, terbuat dari ketan yang diisi dengan daging ini juga telah dikenal sejak puluhan tahun lalu sebagai makanan khas Bantul, khususnya Kapanewon Sanden.
Kirab Budaya Festival Adrem dan Lemper digelar meriah pada Minggu (30/8/2026). Menampilkan dua bregada yang membawa gunungan adrem dan lemper, melintasi sepanjang jalan dari Dusun Sanden sebagai sentra lemper menuju ke Dusun Piring 2 sebagai sentra adrem.
Ratusan warga terlihat antusias menyaksikan gelaran kirab budaya yang sudah digelar keempat kalinya ini. Menjadi salah satu upaya pelestarian budaya, kirab lemper dan adrem ini akan terus digelar sebagai agenda tahunan.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta memberikan apresiasi atas guyub rukun dan gotong-royong masyarakat Padukuhan Sanden dan Piring 2 dalam melestarikan budaya. Dirinya berkomitmen memberikan dukungan anggaran melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul untuk gelaran kirab budaya pada tahun-tahun mendatang.
“Lemper dan Adrem di Sanden ini sudah terkenal sejak puluhan tahun yang lalu. Kudapan ini menjadi simbol kebersamaan warga Sanden. Mari kita jaga bersama dan lebih kita semarakkan lagi gelaran kirab budaya untuk tahun-tahun mendatang,” pungkas Aris. (Pg)




