Melalui Peringatan Sejarah, Bantul Perkuat Identitas “Bumi Satria”

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) menyelenggarakan Peringatan Peristiwa Sejarah Hari Penegakan Kedaulatan Negara di Lapangan Taman Tirto, Kapanewon Pleret, Selasa (31/03/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai perjuangan serta sejarah lokal Bantul.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, dalam laporannya menyampaikan bahwa minat generasi muda terhadap sejarah cenderung menurun. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis untuk menumbuhkan kembali apresiasi terhadap identitas dan jati diri bangsa.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal sekaligus menginternalisasi nilai-nilai kepahlawanan, terutama peran penting tokoh-tokoh seperti Jenderal Sudirman, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan Letkol Soeharto dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949,” ujar Yanatun.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bantul Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Gunawan Budi Santoso, menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar deretan angka dan tahun, melainkan cermin untuk memahami jati diri dan akar budaya bangsa.

“Di era digital ini, tantangan kita adalah menjaga api semangat kepahlawanan tetap menyala di hati generasi muda. Nilai kedisiplinan dan cinta tanah air harus menjadi landasan dalam membangun Bantul ke depan,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menyoroti peran strategis wilayah Bantul sebagai basis pertahanan dalam praktik lapangan Serangan Umum 1 Maret 1949, khususnya di wilayah Sedayu, Segoroyoso, dan Banguntapan. Semangat perjuangan tersebut menjadi landasan filosofis dalam branding Kabupaten Bantul sebagai “Bantul Bumi Satria”.

Acara yang dihadiri sekitar 50 peserta dari unsur OPD, pelajar, mahasiswa, serta komunitas sejarah ini menghadirkan narasumber, yakni Dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kuncoro Hadi dan Ketua Komunitas Jogja’45 Eko Isdianto. Selain talkshow sejarah, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni bertema sejarah serta pembinaan komunitas budaya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap dokumentasi dan literasi sejarah lokal dapat terus dilestarikan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.(AG-Ami)

 

Berbagi:

Pos Terbaru :