Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Bantul sedikit melambat menjadi 4,9% dari 5,2% di tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penurunan ekspor Bantul serta membanjirnya produk murah dari pasar global di tengah penurunan daya saing pengusaha lokal.
Menghadapi permasalahan ini, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menekankan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah dan pengusaha dalam mewujudkan salah satu tujuan bernegara yakni memajukan kesejahteraan umum. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan syawalan serta launching aplikasi yang digelar di Aula Bank Bantul, pada Kamis (16/4/2026).
Pemkab Bantul, imbuhnya, berkomitmen menciptakan iklim usaha yang lebih mudah, murah, cepat, dan efisien melalui penyederhanaan regulasi. Menurutnya, penguatan sektor kewirausahaan juga menjadi bagian dari visi pembangunan daerah, termasuk mendorong lahirnya lebih banyak entrepreneur muda di Bantul.
“Kami berharap kolaborasi ini mampu menciptakan perubahan signifikan dalam iklim investasi dan usaha ke depan,” tuturnya.
Senada dengan Halim, Dirut PT. BPR Bank Bantul, Bambang Suryo Wibowo juga berharap agar Kadin Bantul menjadi wadah untuk menyuarakan para pelaku usaha serta menjadi mitra pengembangan ekonomi di Bantul.
Salah satu langkah konkret yang diambil oleh Kadin Bantul adalah meluncurkan aplikasi GUBUG (Guyub Bakul Bantul Gumregah). Aplikasi ini berperan sebagai marketplace untuk produk-produk dari UMKM anggota Kadin Bantul dengan jangkauan pengiriman seluruh Indonesia. Kolaborasi ini, menurut Bambang, akan menciptakan ekosistem ekonomi berbasis daerah.
Sementara untuk mengatasi masalah permodalan, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan teken MoU antara PT. BPR Bank Bantul dengan Kadin Bantul. Menurut Ketua Kadin Bantul, Nur Ikhsan Hidayat, hal ini merupakan bentuk fasilitasi akses modal kepada anggotanya.
"Jadi anggota Kadin Bantul yang berbadan hukum atau pengusaha yang besar sudah sering mengakses permodalan di Bank Bantul. Namun yang belum berbadan hukum atau UMKM kita coba fasilitasi untuk mengakses modal ke PT Bank Bantul," jelasnya. (Hahn)




