TMMD Sengkuyung di Muntuk Dimulai, Perkuat Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Banjarharjo I, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, pada Rabu (22/4/2026). Program ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan cor blok jalan sebagai salah satu sasaran fisik utama.

Sasaran fisik TMMD kali ini difokuskan pada pengecoran jalan sepanjang 467 meter, pembangunan satu unit jembatan dan pengadaan dua unit Mandi Cuci Kakus (MCK). Program yang dijadwalkan berlangsung hingga 21 Mei 2026 ini bertujuan membuka keterisoliran wilayah untuk mendongkrak ekonomi lokal. Berdasarkan data di lapangan, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp350 juta, dengan rincian dukungan APBD Kabupaten Bantul sebesar Rp275 juta dan APBD DIY sebesar Rp75 juta.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang hadir dalam pembukaan TMMD mengapresiasi kegigihan warga Dusun Tangkil. Ia mengakui bahwa wilayah tersebut memiliki tantangan geografis yang cukup berat, namun semangat gotong royong warga mampu menghadirkan solusi melalui TMMD.

"Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan DPRD untuk memastikan kelanjutan pembangunan dan pengerasan akses jalan ini agar akses ekonomi maupun wisata semakin terbuka," tegas Halim.

Menurut Lurah Muntuk, Marsudi, TMMD merupakan jawaban atas penantian panjang warga yang telah menginisiasi pembukaan akses jalan tersebut sejak tahun 1982. Menurutnya, akses ini adalah nadi bagi sektor pertanian dan pariwisata di Kalurahan Muntuk.

"Kami sangat memprimadonakan TMMD ini. Dengan terbukanya akses jalan, petani akan sangat terbantu dalam mengangkut hasil panen. Lebih dari itu, potensi kawasan wisata di Watu Putih dan Watu Kelir kini memiliki akses yang layak untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata baru," tutur Lurah Muntuk.

Meski target fisik TMMD kali ini sepanjang 467 meter, pihak Kalurahan berharap ke depannya ada kebijakan lanjutan untuk menuntaskan kekurangan panjang jalan yang dibutuhkan, yaitu sekitar 900 meter, demi memaksimalkan potensi daerah secara menyeluruh.

Sementara itu, Dandim 0729/Bantul memastikan pengerjaan akan dilakukan secara intensif dengan melibatkan 90 personel gabungan setiap harinya. Unsur yang terlibat meliputi TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Linmas, relawan, FKRB, serta partisipasi aktif warga setempat.

Selain sasaran fisik, program ini juga menyasar sektor non-fisik yang krusial bagi masyarakat, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, Kamtibmas, kesehatan, hingga peningkatan kapasitas pemberdayaan masyarakat. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan bagi warga Dlingo dan sekitarnya. (AG/Hahn)

Berbagi:

Pos Terbaru :