Diskominfo Bantul Ajak Aparatur Tanggap Ancaman Siber di Tengah Kemajuan AI

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul menggelar Workshop Peningkatan Kesadaran Keamanan Informasi dengan mengusung tema “Tanggap Keamanan Siber di Era AI”, pada Rabu (4/6/2026) bertempat di Ingkung Kuali, Pajangan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan aparatur pemerintah terhadap berbagai ancaman keamanan siber yang terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul, Bobot Ariffi 'Aidin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan terkait kesadaran keamanan informasi di lingkungan pemerintahan.

“Intinya kita ingin ada peningkatan pengetahuan yang pada pagi hari ini berkaitan dengan kesadaran keamanan informasi. Temanya adalah tanggap keamanan siber di era AI. Jadi sebagaimana kita ketahui bersama bahwa transformasi digital saat ini berlangsung semakin pesat yang memberikan manfaat bagi kita semua, baik sebagai penyelenggara pemerintahan, pelayan masyarakat, maupun dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai layanan publik, pengelolaan data, komunikasi, hingga proses pengambilan keputusan kini semakin bergantung pada teknologi informasi. Di sisi lain, perkembangan teknologi kecerdasan buatan membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Namun demikian, menurutnya, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan baru yang perlu diantisipasi bersama, khususnya dalam bidang keamanan siber.

“Berbagai ancaman berkaitan dengan keamanan siber, seperti kebocoran data, kemudian juga rekayasa digital yang saat ini semakin sulit dibedakan dengan kondisi sebenarnya jika kita tidak cermat. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam menjaga keamanan informasi,” katanya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Marchel Andrian Chevchenko, yang membahas perkembangan AI dan kaitannya dengan keamanan siber. Marchel menyampaikan bahwa AI merupakan teknologi yang memiliki manfaat besar, tetapi juga menyimpan potensi risiko apabila digunakan secara tidak bertanggung jawab.

“Artificial Intelligence ini seperti pisau bermata dua. Tentu sebagai pemerintah, silakan gunakan AI untuk pertahanan dan keamanan informasi, bukan untuk menyerang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja, bukan sebagai pengganti peran manusia.

“AI adalah tools atau alat bantu. AI tidak menggantikan peran manusia, tetapi membantu manusia dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat. Karena itu, diperlukan pemahaman yang baik agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus tetap memperhatikan aspek keamanan informasi,” tambahnya. (Fza)

Berbagi:

Pos Terbaru :