Masyarakat Dusun Paker, Mulyodadi, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul sukses menyelenggarakan acara Pentas dan Kirab Budaya Merti Dusun Paker yang berpusat di wilayah RT 05 pada hari Minggu (6/9). Tradisi yang digelar dua tahun sekali ini berlangsung meriah dengan menonjolkan semangat gotong royong dan pelestarian budaya Jawa di tengah era modern.
Ketua Panitia Merti Dusun Paker, Sudarno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Merti Dusun merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang sebagai perwujudan rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan rezeki, kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan
."Sejak tahun 2008, karena membutuhkan biaya yang cukup besar, kegiatan ini dialokasikan menjadi agenda dua tahunan. Mengikuti dinamika keinginan warga agar acara lebih hidup, sejak tahun 2022 kami mulai mengintegrasikan prosesi kirab bergada prajurit," ujar Sudarno.
Ia menambahkan bahwa kirab bergada ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ayah, ibu, hingga anak-anak. Keterlibatan massal ini mencerminkan keharmonisan, persatuan, dan komitmen kolektif warga untuk saling menjaga wilayah Dusun Paker.
Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul. Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanto, dalam pidato sambutannya mengaku takjub dengan kekompakan dan kerukunan warga Padukuhan Paker.
"Alhamdulillah, acara merti dusun seperti ini tidak bisa dilaksanakan oleh sembarang dusun. Kegiatan ini menuntut kebersamaan satu dusun penuh. Tidak semua wilayah bisa sekompak ini, tetapi Dusun Paker yang merupakan dusun besar dengan 8 RT mampu melebur dan menyatu dadi siji. Ini sangat luar biasa," ungkap Aris Suharyanto.
Lebih lanjut, Ia berpesan agar warga Paker senantiasa merawat identitas kebudayaan Jawa serta mempertahankan iklim gotong royong yang menjadi motor utama kerukunan warga.




