Musyawarah Cabang (Muscab) XV Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bantul Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih di Aula Pemda II Bantul, Selasa (8/9/2026). Muscab menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan arah pengembangan Gerakan Pramuka Kabupaten Bantul ke depan.
Ketua Pelaksana Muscab XV, Sutanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Muscab mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, serta program kerja Kwarcab Bantul periode 2021–2026.
Muscab XV memiliki sejumlah agenda utama, yakni penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus Kwarcab Bantul masa bakti 2021–2026, penyusunan rencana kerja Gerakan Pramuka, serta pemilihan Ketua Kwarcab Bantul yang baru.
Dalam sambutannya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan apresiasi kepada Kwarcab Bantul yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Kabupaten Bantul.
“Gerakan Pramuka ini telah kita sepakati sebagai bagian penting dan strategis di dalam sistem pengembangan sumber daya manusia generasi muda,” tutur Bupati.
Menurutnya, pendidikan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran formal di satuan pendidikan. Pengembangan sumber daya manusia juga mencakup kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial yang perlu dibangun melalui berbagai pengalaman dan kegiatan.
Karena itu, Bupati menegaskan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar pelengkap pendidikan formal, melainkan menjadi bagian penting dan strategis dalam membentuk karakter sekaligus kompetensi generasi muda.
Bupati juga mendorong agar seluruh pelajar di Kabupaten Bantul aktif mengikuti kegiatan kepramukaan. Menurutnya, keterlibatan dalam Gerakan Pramuka dapat memberikan pengalaman yang mendukung pembentukan karakter, tanggung jawab, rasa setia kawan, kecerdasan sosial, serta kecintaan terhadap tanah air.
“Kita memang ditakdirkan berbeda dari sisi agama, dari latar belakang, tetapi satu hal yang tidak boleh berbeda adalah semua harus cinta pada tanah air kita, Republik Indonesia ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya Gerakan Pramuka untuk menghadapi berbagai pengaruh negatif yang berpotensi memengaruhi perkembangan generasi muda. Menurutnya, penguatan kegiatan kepramukaan perlu dilakukan secara sistematis agar mampu memberikan pengaruh positif yang kuat terhadap karakter anak-anak dan remaja.
Ia berharap keluarga, satuan pendidikan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan generasi muda dapat berkolaborasi dalam memperkuat Gerakan Pramuka di Kabupaten Bantul.
“Teruslah membina generasi bangsa untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, lebih cerah di masa depan,” pesannya.
Sementara itu, mewakili Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) GKR Hayu, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Hukum, Perencanaan, dan Pengembangan, Danang Setiadi, menyampaikan bahwa Muscab bukan hanya forum pemilihan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertanggungjawabkan dan mengevaluasi pelaksanaan kepengurusan.
Ia berharap seluruh proses Muscab dapat dilaksanakan secara terbuka, objektif, serta tetap menjunjung tinggi semangat persaudaraan.
“Pertanggungjawaban bukan ruang untuk mencari siapa yang salah, tetapi kesempatan untuk belajar dan memperbaiki organisasi. Apa yang sudah baik kita lanjutkan, apa yang masih kurang kita perbaiki, dan apa yang belum terlaksana menjadi pembelajaran bagi kepengurusan berikutnya,” tuturnya.
Danang juga mendorong kepengurusan Kwarcab Bantul mendatang untuk menjadikan Rencana Strategis (Renstra) Kwarda Gerakan Pramuka DIY Tahun 2025–2030 sebagai salah satu referensi dalam menyusun program kerja, dengan tetap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di tingkat cabang.
Menurutnya, kepengurusan dalam Gerakan Pramuka bukan semata-mata mengenai jabatan, tetapi juga menjadi ruang kaderisasi dan pembelajaran kepemimpinan. Para pengurus diharapkan mampu bekerja dalam sistem, memahami tugas dan kewenangan, berkomunikasi, menghargai perbedaan, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, membangun kerja sama, serta bertanggung jawab terhadap amanah.
Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Karena kepemimpinan dalam Gerakan Pramuka bukan tentang seberapa besar kewenangan yang kita miliki, tetapi seberapa baik amanah itu kita jalankan,” ungkapnya.
Danang berharap kepengurusan Kwarcab Gerakan Pramuka Bantul ke depan dapat menjadi organisasi yang solid dalam kebersamaan, tertib dalam tata kelola, kuat dalam kaderisasi, serta konsisten menjalankan program kerja.
Rangkaian pembukaan Muscab XV kemudian dilanjutkan dengan penyerahan palu sidang oleh Bupati Bantul kepada unsur pimpinan persidangan sebagai tanda dimulainya rangkaian persidangan Muscab.
Melalui Muscab XV, Gerakan Pramuka Bantul diharapkan mampu menghasilkan keputusan organisasi yang baik serta melahirkan kepemimpinan yang amanah, solid, dan mampu membawa Gerakan Pramuka semakin maju serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (Ag-Fza)


