Bencana gempa berkekuatan 7,7 SR yang terjadi di Nusa Tenggara Timur masih menyisakan duka hingga sekarang. Selain korban tewas dan terluka, puluhan ribu warga juga terdampak dan menjalani hidup di pengungsian.
Di tengah kehilangan dan kehidupan yang harus dijalani di pengungsian, kepedulian dari berbagai kalangan terus mengalir untuk warga terdampak. Salah satunya datang dari Yogyakarta, melalui Musisi Jogja Peduli.
Saat mendampingi Musisi Jogja Peduli dalam pelepasan simbolis tiga truk bantuan ke NTT pada Kamis (10/9/2026) di Joglo Songo, Kauman, Bambanglipuro.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menilai aksi solidaritas para musisi menunjukkan bahwa kebudayaan tidak sebatas karya seni. Nilai-nilai nonmaterial seperti karakter, pandangan hidup, dan solidaritas juga merupakan bagian dari kebudayaan.
Hal tersebut ia sampaikan usai melihat kepedulian para musisi yang tergabung dalam Musisi Jogja Peduli dan antusiasme masyarakat dalam berdonasi melalui Konser Amal yang digelar 1 September 2026 lalu. Tak hanya sekali, aksi solidaritas ini acap dilakukan ketika terjadi bencana di sejumlah daerah.
“Tentu ini hal sangat membanggakan bagi kita warga Bantul, warga DIY, sebab ternyata musisi-musisi kita ini garang di panggung tapi lembut hatinya. Dan di tahun 2016 Menteri Sosial mengatakan bahwa DIY adalah daerah relawan kemanusiaan terkuat di Indonesia. Dan salah satunya ini, bahkan musisi kita punya kepedulian dan mereka adalah relawan kemanusiaan,” tutur Halim.
Menurut Yonanda Frisna Damara atau lebih dikenal sebagai Nanda vokalis NDX A.K.A, inisiator penggalangan donasi, bantuan ini akan dikirim melalui jalur darat menuju Kecamatan Reo, NTT. Kecamatan tersebut termasuk wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa NTT.
“Mulai hari ini sudah kita belanjakan sebagian, 3 truk hari ini simbolis diberangkatkan ke Reo dan perjalanan masih panjang. Transparansi insya Allah akan kita share, keluar masuk uang hasil donasi ini. Jadi dukung kita terus, doakan kita, agar bisa berbuat baik dan amanah,” ungkapnya.
Konser Amal berhasil menggalang dana sebesar Rp812 juta. Sebagian donasi yang terkumpul telah digunakan untuk membeli kebutuhan termasuk 18 ton beras, 1.000 buah handuk, 1.000 buah selimut, dan 100 terpal. Selain itu juga disebutkan 3 anggota Musisi Jogja Peduli telah terbang ke Kupang, yang akan segera disusul musisi lain.
“Teruslah menjadi orang baik yang memiliki solidaritas kemanusiaan karena negara kita dan dunia ini masih memerlukan orang-orang baik. Negara dan pemerintah saja tidak cukup dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan,” pesan Halim. (Hahn)




