Selain tempat menikmati deburan ombak dan kuliner seafood, kawasan Pantai Selatan Kabupaten Bantul masih menyimpan beragam potensi wisata. Setelah aktivitas kano dan paddleboard mulai dikenal masyarakat luas, kini kitesurfing turut dilirik sebagai potensi baru yang dapat dikembangkan untuk memperkaya daya tarik wisata pesisir.
Potensi tersebut dieksplor dengan penyelenggaraan Jogja WindWave 2026 International Kitesurfing Festival di Laguna Pantai Depok pada Sabtu-Minggu (19-20/9/2026). Mengusung tema Riding the Wave, Discovering the Culture, festival ini membawa gagasan tentang pengembangan sport tourism yang terhubung dengan potensi budaya dan kehidupan masyarakat lokal.
Menurut ketua panitia penyelenggara, Arif Efendi, festival tersebut menargetkan keikutsertaan 25 peserta dari Indonesia dan mancanegara. Dengan eksibisi kitesurfing, wisatawan diharapkan menikmati aktivitas olahraga dan berbagai potensi yang tumbuh di sekitarnya, termasuk sektor UMKM.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berjalan sesaat, tetapi menjadi embrio pengembangan sport tourism dan ekonomi kreatif kawasan pesisir selatan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Potensi angin di Laguna Pantai Depok turut mendapat perhatian dari peserta dari mancanegara. Pascal, salah satu peserta asal Prancis, misalnya, telah menekuni kitesurfing selama 26 tahun. Selain menjalankan hobinya di Pulau Réunion, ia beberapa kali bepergian ke Indonesia untuk melakukan aktivitas serupa di Bali dan kini mencoba karakter angin di Laguna Depok.
Sementara itu, Made, peserta asal Bali, mengatakan kitesurfing membutuhkan kondisi angin yang cukup kuat sehingga Laguna Depok dinilai memiliki karakter yang mendukung. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh, terutama melalui promosi yang dapat memperkenalkan Laguna Depok kepada komunitas kitesurfing dan masyarakat yang lebih luas. (Hahn)



