Perkembangan kawasan wisata di wilayah selatan Kabupaten Bantul turut membuka peluang bagi tumbuhnya usaha kuliner berbasis potensi lokal. Salah satunya ditunjukkan melalui usaha gethuk goreng yang dikembangkan Bu Hesti, warga Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan.
Berawal dari keresahan warga yang harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan gethuk goreng, Bu Hesti melihat adanya peluang untuk menghadirkan produk tersebut di wilayahnya. Sejak 2022, ia mulai memproduksi gethuk goreng secara mandiri bersama suaminya.
Belajar secara autodidak, Bu Hesti melakukan beberapa kali percobaan hingga menemukan resep yang sesuai. Dengan bahan utama ketela pohon dan gula Jawa, produk tersebut kemudian berkembang dan mulai dikenal masyarakat.
“Awalnya banyak yang mengeluh kalau mau membeli gethuk goreng harus pergi jauh. Dari situ saya mencoba membuat sendiri. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya menemukan resep yang pas,” ungkap Bu Hesti.
Pertumbuhan aktivitas wisata di kawasan selatan juga memberikan ruang pemasaran yang semakin luas. Produk gethuk goreng tersebut kini dipasarkan di kawasan Pantai Baru dan sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS). Sebagian produk bahkan dipasok kepada pelaku usaha lain untuk dijual kembali. Dari usaha yang semula dikerjakan berdua, kini produksinya telah melibatkan 17 pekerja. Kapasitas produksi mencapai sekitar tujuh kuintal per hari, dengan pilihan kemasan Rp10 ribu, Rp15 ribu, dan Rp20 ribu.
Gethuk goreng yang diproduksi tersedia dalam empat varian, yakni original, durian, nangka, dan cokelat. Varian original menjadi salah satu yang paling diminati, dengan masa simpan sekitar tiga hari.
Berkembangnya usaha serupa di kawasan tersebut bukan semata-mata persoalan persaingan. Iajustru berharap semakin banyak masyarakat yang mampu memanfaatkan peluang ekonomi dari meningkatnya aktivitas wisata.
Ke depan, Bu Hesti berharap gethuk goreng dapat berkembang menjadi salah satu produk oleh-oleh khas kawasan wisata selatan Bantul.
Pertumbuhan usaha tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi masyarakat. Ketika kunjungan wisata meningkat, peluang bagi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk tumbuh juga semakin terbuka.
Melalui pengembangan produk pangan lokal, kreativitas pelaku UMKM, serta pemanfaatan geliat kawasan wisata, potensi ekonomi masyarakat di wilayah selatan Bantul diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. (ADS)




