Pemerintah Kabupaten Bantul bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi memulai pelaksanaan operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 melalui upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan gotong royong lintas sektoral ini menjadi momentum strategis untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur sekaligus memberdayakan masyarakat perdesaan.
Dalam sambutan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang dibacakan secara langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Bantul, Afif Umahatun, menyoroti pentingnya peran desa sebagai pangkalan utama kekuatan bangsa. Peringatan ini sekaligus menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD bukanlah sekadar proyek infrastruktur semata, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Fungsi utama TMMD adalah sebagai perwujudan nyata kemanunggalan TNI sengan rakyat. TMMD adalah jembatan penghubung yang mempererat ikatan emosional dan gotong royong antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Afif Umahatun saat membacakan amanat Bupati Bantul.
Dalam pelaksanaannya, operasi TMMD kali ini difokuskan di Dusun Jaten, Kalurahan Sendangsari dan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh hingga 11 November 2026. Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD, Letkol Kav Fikri Nurheldi, melaporkan bahwa pihaknya mengerahkan 300 tenaga gabungan setiap harinya, yang mencakup personel TNI/Polri, instansi daerah, aparat kalurahan, serta partisipasi aktif dari 140 warga masyarakat setempat.
Kinerja kolaboratif ini akan diwujudkan secara nyata melalui berbagai sasaran fisik, seperti pengecoran jalan (corbeton) sepanjang 290 meter, pengerasan jalan 200 meter, pembangunan talud 800 meter, hingga perbaikan 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tidak hanya berfokus pada infrastruktur, edukasi non-fisik juga gencar dilakukan untuk membangun ketahanan masyarakat.
Melalui sinergi lintas elemen dalam TMMD Reguler Ke-130 ini, Pemkab Bantul berharap semangat kebersamaan di tengah masyarakat dapat terus diperkuat. Akselerasi pengelolaan potensi desa secara mandiri dan gotong royong ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bantul yang tangguh, maju, demokratis, dan sejahtera. (Ag-Fza)




