Perkuat Pelestarian Budaya, Tiga Kalurahan di Bantul Terima Hibah Gamelan

Pemerintah Kabupaten Bantul menyerahkan hibah perangkat gamelan kepada tiga Kalurahan Rintisan Desa Budaya, yakni Kalurahan Mangunan Kapanewon Dlingo, Kalurahan Karangtengah Kapanewon Imogiri, dan Kalurahan Wijirejo Kapanewon Pandak. Penyerahan hibah tersebut dilaksanakan di Kalurahan Wijirejo, Pandak, Kamis (24/09/2026). 

Kepala Bidang Adat Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Heri Maryanto, mengatakan pengadaan gamelan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mendukung pengembangan kebudayaan di wilayah kalurahan rintisan desa budaya.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kalurahan Mangunan, Kalurahan Karangtengah, dan Kalurahan Wijirejo saat ini berstatus sebagai kalurahan rintisan desa budaya. Ketiga kalurahan tersebut memiliki potensi seni budaya yang beragam, namun terkendala keterbatasan sarana-prasarana, terutama gamelan yang layak,” kata Heri.

Ia menjelaskan, hibah yang diberikan berupa tiga set gamelan kuningan laras pelog-slendro, gagrak Ngayogyakarta Hadiningrat. Gamelan tersebut menggunakan bahan baku logam kuningan yang dipadukan dengan rancangan kayu berkualitas.

“Pengadaan gamelan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mendukung pilar keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta serta untuk memperkuat fondasi kalurahan rintisan desa budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, menekankan agar gamelan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Pengelola kalurahan rintisan desa budaya diharapkan menyusun jadwal penggunaan sehingga sarana tersebut dapat digunakan oleh kelompok-kelompok seni yang membutuhkan.

“Kami harapkan juga bahwa dengan adanya hibah gamelan ini, gamelan ini bisa dimanfaatkan. Yang pertama bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena kami tahu banyak sekali kelompok-kelompok seni yang ada di wilayah itu tidak punya sarana-prasarana untuk latihan, terutama gamelan,” ujarnya.

Selain pemanfaatan, Yanatun juga mengingatkan pentingnya perawatan gamelan. Menurutnya, pengelola perlu memastikan gamelan tetap bersih, terawat, dan tidak mengalami kerusakan maupun kehilangan bagian.

“Dengan adanya hibah gamelan ini kita harapkan menguat nanti pengelola Rintisan Budaya bisa membuat jadwal penggunaan gamelan yang ada di kalurahan ini. Karena yang kedua, selain bisa dimanfaatkan, yang kedua adalah bisa dirawat,” katanya. (Fza)

Berbagi:

Pos Terbaru :