Pemerintah Kabupaten Bantul menjalin kerja sama dengan PT. Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dalam rangka memperkuat layanan perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Pemkab Bantul dan BSI di Bangunjiwo, Kasihan, Selasa (6/10).
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, kerja sama dengan BSI membuka peluang yang luas bagi Pemkab Bantul untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
“Dengan kehadiran BSI di Bantul yang akan bekerja sama, terbentang harapan yang luas bahwa peluang-peluang yang mungkin kita kerjasamakan dengan BSI bisa memperbaiki layanan publik pemerintah dan mendorong perekonomian Kabupaten Bantul,” ujar Halim.
Menurutnya, Bantul saat ini tengah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh posisi Bantul sebagai bagian dari kawasan aglomerasi DIY serta pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Perkembangan tersebut diyakini akan semakin meningkatkan aktivitas ekonomi di Bantul. Terlebih, sejumlah sektor potensial seperti perumahan, pendidikan, perdagangan, dan jasa terus berkembang.
Pertumbuhan ekonomi Bantul turut ditopang oleh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul, terdapat sekitar 100 ribu UMKM yang tercatat dan bergerak di berbagai bidang usaha.
“Sekitar 100 ribu UMKM kita yang terdata di DPMPTSP, dengan berbagai jenis usahanya. Ini merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan baik oleh pemerintah maupun BSI,” kata Halim.
Lebih lanjut, Halim juga menjelaskan Bantul memiliki potensi besar dari sektor pendidikan. Sejumlah perguruan tinggi berencana mengembangkan kampus di Bantul dengan proyeksi daya tampung hingga puluhan ribu mahasiswa.
Sementara itu, Regional CEO BSI Ficko Hardowiseto mengatakan, kerja sama dengan Pemkab Bantul telah diupayakan sejak awal dan diawali dengan penandatanganan MoU yang selanjutnya akan diturunkan ke dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS). Ruang lingkup kerja sama ini mencakup layanan perbankan, termasuk penerimaan dan pengelolaan keuangan, digitalisasi keuangan, serta pemberdayaan UMKM.
“Dengan kerja sama dengan Kabupaten Bantul, kami berharap semakin banyak layanan yang bisa digunakan, baik oleh instansi, stakeholder, pegawai, masyarakat, maupun pelaku
Dalam kesempatan tersebut, BSI turut memaparkan sejumlah program yang berpotensi dikembangkan bersama Pemkab Bantul dalam jangka pendek dengan fokus pembiayaan dan edukasi finansial. (Hahn)




