Pemerintah Kabupaten Bantul terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui penguatan kompetensi guru dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Bedah Materi TKA Jenjang Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Bantul Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Dakwah PDM Bantul, Jumat (06/11/2026).
Kegiatan yang diikuti 391 guru kelas VI SD negeri dan swasta se-Kabupaten Bantul ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan tenaga pendidik dalam mendampingi siswa menghadapi TKA Tahun 2027.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dalam sambutannya menyampaikan bahwa prestasi akademik merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan yang dapat diukur secara nasional. Namun, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, melainkan juga harus membentuk karakter, sikap, dan kepribadian peserta didik.
Menurutnya, capaian TKA Kabupaten Bantul yang telah berada di posisi empat besar nasional merupakan hasil positif yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, perlu memiliki kesamaan visi dan komitmen dalam memberikan pendampingan terbaik kepada siswa.
“Kita sudah berada pada jalur yang benar. Yang penting kita fokus pada upaya dan proses yang dilakukan. Insyaallah, hasil akan mengikuti. Tahun 2027 kita targetkan peringkat Bantul naik satu tingkat, dari posisi empat menjadi tiga besar nasional,” ungkap Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan agar tidak ada peserta didik yang tertinggal. Seluruh guru dan sekolah diharapkan dapat berkolaborasi serta memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berkembang dan berprestasi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bantul juga berkomitmen untuk terus memperkuat alokasi anggaran pendidikan. Dalam sambutannya, Bupati menyebutkan bahwa anggaran pendidikan telah mencapai sekitar 32 persen dari APBD Kabupaten Bantul. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang peningkatan mutu pendidikan sekaligus kesejahteraan tenaga pendidik.
Sementara itu, Ketua Panitia, Barokah, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu langkah persiapan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian TKA Kabupaten Bantul. Ia mengapresiasi antusiasme 391 guru kelas VI yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Capaian yang sudah baik perlu terus dipersiapkan dan dipertahankan. Melalui workshop ini, kami berharap Bapak dan Ibu guru kelas VI semakin siap menghadapi TKA Tahun 2027 sehingga hasil yang dicapai nantinya dapat sesuai dengan target,” ujar Barokah.
Melalui workshop ini, para guru mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman materi, mengenali karakteristik soal, serta memperoleh strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pendampingan siswa. Penguatan materi Matematika dan Bahasa Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kemampuan numerasi, literasi, pemahaman konsep, serta keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil tes, tetapi juga menjadi sarana menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antar guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan persiapan yang terarah dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan siswa SD di Kabupaten Bantul semakin siap menghadapi TKA 2027.
Peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, serta melahirkan generasi Bantul yang unggul dalam prestasi akademik maupun karakter. (ADS).



