Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih meninjau hasil revitalisasi SD Negeri Rejodadi, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, dalam kegiatan Open House Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Dalam sambutannya, Bupati Bantul menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah beserta jajarannya atas dukungan terhadap program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran di Kabupaten Bantul. Ia juga mengapresiasi SD Negeri Rejodadi yang telah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi dengan progres 100 persen.
Bupati menegaskan bahwa penyediaan sarana dan prasarana pendidikan harus diikuti dengan pemanfaatan secara optimal. Menurutnya, fasilitas yang memadai akan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik apabila didukung oleh kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Selain peningkatan prestasi akademik, Bupati juga menekankan pentingnya pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual serta membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, berkepribadian Indonesia, dan berbudaya istimewa.
Bupati turut mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah, dan orang tua, untuk bersinergi meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bantul. Dukungan dari seluruh pihak dinilai penting untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter.
Sementara itu, Susianto, yang mewakili Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran merupakan dua program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Susianto menjelaskan bahwa SD Negeri Rejodadi dan SD Balong di Kapanewon Sewon merupakan dua dari 52 sekolah dasar sasaran program revitalisasi yang telah menyelesaikan pekerjaan dengan progres 100 persen.
Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 927 perangkat papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan ke satuan pendidikan di Kabupaten Bantul. Perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus membuka ruang eksplorasi bagi guru dan peserta didik.
Menurut Susianto, pemanfaatan teknologi digital perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru. Oleh karena itu, setiap sekolah diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan perangkat yang telah diterima untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Negeri Rejodadi, Siti Sarofah, menjelaskan bahwa bangunan sekolah yang direvitalisasi memiliki sejarah panjang. Bangunan tersebut didirikan pada 1976 dan awalnya difungsikan sebagai rumah dinas buruh. Selama hampir 50 tahun, bangunan itu belum pernah menjalani rehabilitasi besar sehingga kondisinya memerlukan pembenahan.
Pada 28 April 2026, SD Negeri Rejodadi menandatangani perjanjian kerja sama dengan total dana bantuan revitalisasi sebesar Rp378.487.672. Pekerjaan fisik dimulai pada 13 Juni 2026 dan telah diselesaikan dengan progres 100 persen.
Bantuan tersebut digunakan untuk merehabilitasi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan laboratorium komputer. Setelah revitalisasi selesai, fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan asesmen peserta didik, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Siti Sarofah menambahkan bahwa pihak sekolah terus mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk perangkat IFP, untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik.
Melalui revitalisasi sarana pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Bantul diharapkan semakin meningkat. Optimalisasi fasilitas sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. (Ami-AG)





