Dukung Ketahanan Pangan dan Penguatan Pertanian, Bantul Apresiasi Jaring Aspirasi DPR RI di Imogiri

Penguatan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan menjadi salah satu agenda dalam kegiatan jaring aspirasi masyarakat di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD Kabupaten Bantul, para lurah, dan tokoh masyarakat ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi sekaligus mendorong dukungan program sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi dukungan program yang diperjuangkan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, khususnya di sektor pertanian. Menurutnya, dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, serta sarana produksi lainnya turut menunjang peningkatan produktivitas. Upaya tersebut sejalan dengan capaian surplus beras Kabupaten Bantul yang meningkat dari 50.000 ton pada 2024 menjadi 70.000 ton pada 2025.

“Pembangunan pertanian ini harus menghasilkan kesejahteraan. Ukurannya apa? Satu, produktivitas naik. Yang kedua, harga juga naik,” tegas Abdul Halim. 

Pemerintah Kabupaten Bantul optimistis surplus beras pada 2026 dapat kembali meningkat seiring bertambahnya luas tanam.

Sementara itu, Siti Hediati Soeharto menegaskan komitmennya memperjuangkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pertanian, perikanan, kelautan, hingga pangan. Bantuan yang diperjuangkan meliputi alat pertanian, irigasi, pompa air, benih, bantuan perikanan, serta program pendidikan dan perbaikan rumah.

“Saya ingin apa yang diperjuangkan melalui Komisi IV benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, Lurah Sriharjo Titik Istiawatun Hasanah menyoroti kebutuhan air untuk pengembangan pertanian hortikultura seluas sekitar 55 hektare. Ia juga mengusulkan pengembangan sumur dangkal, penguatan pemasaran produk unggulan SRIMI (mi instan mocaf), serta pembangunan cekdam kecil untuk membantu mengatasi kekeringan.

“Kami punya SRIMI, Mi Instan Mocaf, yang itu menjadi salah satu produk unggulan Sriharjo. Nanti kami bisa dibantu untuk marketingnya, Ibu,” ungkap Titik.

Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, turut menyampaikan kebutuhan sumur bor dangkal, jaringan listrik di area persawahan, serta dukungan sarana dan prasarana bagi Kelompok Wanita Tani (KWT). Wukirsari memiliki 12 KWT yang tersebar di wilayahnya.

“Perlu suatu dorongan, mungkin peralatan yang komplit agar KWT-KWT itu bisa terus berjalan dan maju,” kata Susilo.

Melalui jaring aspirasi ini, pemerintah dan wakil rakyat diharapkan dapat menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan air pertanian, pengembangan usaha lokal, dan penguatan ketahanan pangan. Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi masukan dalam mendorong dukungan program dan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang ekonomi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Bantul. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar potensi pertanian, perikanan, dan usaha masyarakat dapat dikembangkan secara berkelanjutan. (AG)

Berbagi:

Pos Terbaru :