Forum Perguruan Tinggi Dorong Sinergi Pemkab Bantul dan Akademisi dalam Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Forum Perguruan Tinggi bertema “Sinergitas Pemerintah Kabupaten Bantul dengan Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Bantul” pada Senin (2/11/2026), bertempat di Gedung Induk Lantai 3, Kompleks Parasamya Bantul. Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, khususnya dalam mendorong kolaborasi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Bantul, Diana Setyawati Rahayu, menyampaikan bahwa forum tersebut merupakan sarana untuk menyelaraskan potensi dan kapasitas perguruan tinggi dengan kebutuhan serta program pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Bantul telah menjalin kerja sama dengan 79 perguruan tinggi.

“Pemerintah Kabupaten Bantul telah menjalin kerja sama dengan 79 perguruan tinggi. Bentuk kerja sama tersebut meliputi rekomendasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), program magang, penelitian, pembangunan, hingga pengembangan inovasi,” jelas Diana.

Dalam sambutannya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan bahwa forum ini memiliki arti penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, Kabupaten Bantul memiliki potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang perlu dikembangkan secara optimal melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.

“Melalui forum ini, diharapkan muncul temuan-temuan baru dari hasil riset yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bantul dan perguruan tinggi,” ungkap Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Sri Redjeki, S.Si., M.Kom., Ph.D., selaku pemateri memaparkan program Sidharma Paseban, yaitu inisiatif kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Program ini dirancang untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan kapasitas keilmuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang dimiliki perguruan tinggi.

“Sidharma Paseban merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Bantul yang bertujuan menghubungkan kebutuhan pembangunan daerah dengan kapasitas keilmuan dan pengabdian perguruan tinggi,” jelas Sri Redjeki.

Lebih lanjut, Sri Redjeki memaparkan hasil riset kolaborasi Sidharma Paseban melalui pengembangan platform berbasis web yang memuat basis data (big data) kegiatan dan kerja sama antara perguruan tinggi dengan Pemerintah Kabupaten Bantul. Platform ini diharapkan dapat menjadi sarana integrasi data sekaligus mendukung pemetaan potensi dan kebutuhan kolaborasi secara lebih sistematis.

“Melalui platform ini, seluruh data kegiatan dan kerja sama perguruan tinggi dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dapat dihimpun dalam satu basis data sehingga memudahkan proses pemetaan dan koordinasi kolaborasi,” ungkap Sri Redjeki.

Dalam forum tersebut, Sri Redjeki juga memperkenalkan dasar-dasar penggunaan platform serta melakukan demonstrasi untuk memberikan gambaran mengenai cara mengakses dan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia.

Melalui penyelenggaraan Forum Perguruan Tinggi ini, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap sinergi dan kerja sama dengan perguruan tinggi dapat semakin diperkuat, terarah, dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penelitian, inovasi, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh kalangan akademisi dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bantul. (AG-Fza)

Berbagi:

Pos Terbaru :