Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan keluarga, pemenuhan gizi anak, hingga menggerakkan ekonomi rumah tangga. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, dalam acara Serap Aspirasi di Masa Reses bertempat di Aula Gedung Pertemuan Pemda II, Manding, Jumat (8/5/2026).
Melihat pentingnya peran KWT, Titik terus memberi dukungan dengan menyalurkan bantuan alat, benih, ayam petelur, hingga budidaya ikan air tawar. Di samping itu, ia juga berpesan agar KWT meningkatkan kapasitas serta mengembangkan produk olahan sehingga menambah nilai ekonomi.
“Semangat menjaga ketahanan pangan ini harus terus dijaga. Bagaimana kegiatan yang dilakukan bisa berkelanjutan dan menciptakan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan Titik, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menyebut bahwa KWT telah tumbuh menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis gotong royong, kreativitas, dan kemandirian. Pertumbuhan ini, imbuhnya, tidak hanya ditentukan teknologi tetapi juga peran kaum perempuan.
“Kami percaya kemajuan pertanian tidak hanya ditentukan teknologi dan infrastruktur tetpi juga kualitas sumber daya manusia, termasuk peran aktif kaum perempuan,” katanya.
Melalui forum ini, Aris berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan harapan secara langsung kepada pemerintah pusat. Menurutnya hal ini akan menjadi perhatian bersama dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada petani dan kelompok masyarakat.
Menurut laporan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, saat ini terdapat sekitar 700 kelompok KWT di Bantul. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 933 kelompok sesuai jumlah padukuhan di Bantul. Pada 2025, sebanyak 98 kelompok KWT menerima bantuan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), sementara 99 kelompok lainnya diharapkan menerima bantuan pada tahun ini.
Menurutnya, kegiatan KWT tidak semata-mata untuk menambah pendapatan, tetapi juga membantu mengurangi pengeluaran keluarga melalui pemanfaatan pekarangan untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Produk hasil KWT juga dipasarkan melalui pasar tani yang rutin digelar setiap Selasa dan Rabu di DKPP dengan dukungan Asosiasi Pasar Tani (Aspartan).
Beberapa aspirasi mengemuka dalam kesempatan ini. Termasuk di antaranya terkait dengan permintaan bibit tanaman, bibit ayam petelur, hand sprayer, hingga akses terhadap hand tractor untuk pengolahan lahan. (Hahn/AG)




