Miliki Peran Penting dalam Kehidupan Beragama, Kaum Rois Pajangan Terima Apresiasi

Kehidupan beragama di dusun-dusun dalam lingkup wilayah Bantul tidak terlepas dari sosok yang biasa disebut mbah kaum. Sosok ini lazim diundang untuk membacakan doa di berbagai acara, dari kelahiran hingga kematian. Tak jarang, mbah kaum menjadi suara yang didengarkan warga masyarakat sehingga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari tetap terjaga.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, dalam sambutannya pada acara Pemberdayaan Kaum Rois Kapanewon Pajangan. Acara ini digelar pada Selasa (8/9) bertempat di Balai Kalurahan Sendangsari dan dihadiri oleh 112 kaum rois dengan rincian 20 orang dari Kalurahan Guwosari, 37 orang dari Sendangsari, dan 55 orang dari Triwidadi.

Selain mempererat silaturahim sekaligus memberikan tali kasih, acara ini juga bertujuan untuk memperkaya pengetahuan Kaum Rois sebagai pemuka agama. Menilik tren yang sedang terjadi di Bantul, maka materi fiqih munakahat atau fiqih pernikahan terpilih untuk disampaikan.

Aris menjelaskan, penyampaian materi fiqih munakahat dilatarbelakangi oleh tingginya tren perceraian di Bantul. Meski disebabkan oleh berbagai hal, ia menyoroti fenomena judi online dan pinjaman online sebagai salah satu faktor penyebab perceraian, terutama pada pasangan yang masih muda.

“Saya mohon kepada kaum rois untuk turut mengingatkan masyarakat terkait judol dan pinjol. Kegiatan ini sangat mudah dilakukan kapan saja oleh siapa saja, sehingga saya berharap agar kaum rois turut mengingatkan umat,” pesan Aris.

Signifikansi peran Kaum Rois di Bantul tidak lepas dari perhatian dan pengakuan Pemkab Bantul. Oleh karena itu, meski di tengah efisiensi anggaran dan kegiatan pemerintahan, apresiasi kepada para Kaum Rois tetap diupayakan sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam mendampingi serta membina kehidupan keagamaan masyarakat. 

“Jadilah pemersatu umat di dusun masing-masing karena Indonesia merdeka, DIY istimewa, Bantul maju makmur karena didukung masyarakat yang bersatu dan bergotong royong. Melalui mbah kaum, mari dijaga kebersamaan gotong royong,” pesan Aris mengakhiri sambutannya. (Hahn)

Berbagi:

Pos Terbaru :